Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia Internasional

Berikut merupakan beberapa contoh pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di dunia internasional :

  1. Kekejaman Rezim Adolf Hitler

Adolf Hitler merupakan pimpinan partai NAZI yang memenangkan pemile Jerman. Hitler dianggap orang paling kejam di eranya. Terdapat banyak kasus pelanggaran HAM, sikap otoriternya membawa pada penangkapan dan pengasingan terhadap sejumlah musuh politik yang menentang kebijakannya, melakukan pembunuhan massal dan pengusiran bangsa Yahudi dari Jerman, pembantaian di Cekoslovakia dan Austria untuk menduduki negara tersebut. Adolf Hitler merupakan satu tokoh pemicu perang dunia ke II. Hitler ditemukan meninggal dunia dalam bungker bersama Istrinya karena bunuh diri.

Pelanggaran pada sila Pancasila :

-Kemanusiaan yang adil dan beradab

-Kerakyatan yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peradilan

Alasan :

Kemanusiaan yang adil dan beradab disini berarti bahwa pada hakikatnya setiap keputusan yang dipilih seorang pemimpin harus mengacu pada segi kemanusiaan dan kemasyarakatan, tidak membedakan ras, suku, agama, dan sebagainya, pada kasus diatas, Hitler telah menelan banyak korban jiwa karena sikap ambisius dan membuang rasa keadilan sebagai sesama manusia. Sedangkan pada sila Kerakyatan yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peradilan, bahwasanya ketegasan seorang pemimpin memang benar dibutuhkan. Namun, peran rakyat tidak dapat dihindarkan begitu saja, Hitler tidak akan bisa menang pemilu tanpa adanya dukungan rakyat. Pembantaian dan pengusiran adalah contoh nyata pelanggaran yang dilakukan Hitler pada sila ini.

Solusi :

Ada solusi yang dapat diberikan pada kasus diatas, yaitu dengan

  1. Penindakan tegas oleh Liga Bangsa-Bangsa

  2. Liga Bangsa-Bangsa yang saat itu bertugas menjaga kedamaian dan keserasian dunia, memiliki hak untuk menumpas segala bentuk kejahatan kemanusian yang dapat menyebabkan meletusnya perang dan hal-hal lain yang dianggap membahayakan stabilitas dunia.

2. Bentrok Oposisi dan Pemerintah Mesir

Bentrok antara pihak oposisi dan pemerintah sempat terjadi di negara Mesir. Bermula pada berhentinya rezim presiden Hosni Mubarak yang sudah bertahan selama 4 dekade. Selama beberapa minggu, ratusan ribu warga Mesir turun ke jalan dan menyerukan pencopotan Mubbarak dari jabatannya sebagai presiden Mesir. Hal ini disebabkan karena adanya krisis ekonomi dan politik yang dialami Mesir. Sebagian warga menganggap presiden Mubarak sebagai presiden yang baik karena selalu memperhatikan rakyat kecil. Namun sebagian lain menganggap presiden Mubarak bersifat sikap glamor dan otoriter dan tidak menghendaki Mubbarak memimpin Mesir lagi. Bentrok antara dua kubu pun tidak terhindarkan. Selama berminggu-minggu ratusan warga menjadi korban, banyak dari mereka yang akhirnya meninggal dunia. Konflik antara pemerintah dan pihak oposisi pun makin meluas. Tak lama Hosni Mubbarak yang terkepung oleh ratusan warga Mesir dan bersembunyi di dalam selokan ditemukan warga dan akhirnya meninggal di tangan rakyat yang pernah ia pimpin sendiri. Peristiwa ini menjadi salah lembar hitam sejarah di Mesir.

Pelanggaran pada sila Pancasila :

-Kerakyatan yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peradilan

-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Alasan :

Kerakyatan yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peradilan disini berarti bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan, pemimpin sebagai ”abdi rakyat” tidak dapat menghindari bahwa rakyat adalah pondasi dari pemerintahan itu sendiri. Dilihat dari kasus diatas, sikap pemimpin yang tidak kredibel dapat memicu ledakan protes oleh rakyat dikarenakan pada saat ini, hak berpendapat telah mendapat pengakuan penuh sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan pada sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, berarti bahwa setiap masyarakat diberikan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjalankan roda pemerintah. Sikap otoriter yang diperlihatkan oleh presiden Mubbarak mencerminkan sedikitnya kesempatan yang diberikan kepada rakyat untuk menentukan nasib negaranya sendiri.

Solusi :

Diadakan pemilu ulang namun dengan syarat presiden Mubbarak harus mundur dari jabatannya. Pemilu ulang adalah jalan yang dapat dipilih untuk menentukan pemimpin baru, namun dalam kasus diatas, pemilu tidak dapat dilakukan secara terbuka karena terlalu kuatnya pengaruh presiden Mubbarak yang berkuasa saat itu, perlu adanya sikap ”legowo” dalam diri presiden Mubbarak agar tidak ada korban jiwa dan tidak melemahkan Mesir di mata dunia.

3. Pelanggaran Israel dan Palestina

Israel merupakan wilayah yang terbentuk dari perkumpulan orang-orang Yahudi yang mengungsi ke wilayah Palestina. Orang-orang yahudi diterima baik oleh banga Palestina, namun kemudian membentuk sebuah negara bernama Israel. Israel sedikit demi sekidt mulai memperluas wilayahnya dengan mengusir penduduk asli. Dengan bantuan Amerika Serikat, Israel kini dapat menguasai sebagian besar dari wilayah Palestina, sedangkan palestina kini hanya wilayah kecil yang terletak ditengah negara Israel. Israel selalu melakukan penyerangan langsung terhadap Palestina. Terdapat ribuan warga Palestina menjadi korban. Bahkan relawan yang membantu ikut menjadi korban. Palestina kini berjuang untuk mendapatkan pengakuan PBB sebagai suatu negara, namun diakuinya palestina tidak menghentingkan peperangan tersebut, sampai-sampai banyak hukum internasional yang dilanggaran oleh Israel. namun tidak ada ketegasan PBB.

Pelanggaran pada sila Pancasila :

-Kemanusiaan yang adil dan beradab

Alasan :

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta serta memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan undang-undang. Namun dalam kasus diatas, PBB sebagai ”pengayom dunia” hanya duduk manis melihat korban jiwa berjatuhan dari pihak Palestina. Jelas telah terjadi pelanggaran yang dilegalkan oleh badan pemerhati dunia tersebut.

Solusi :

PBB menindak tegas Israel terlepas dari AS sebagai penyokong utama. Bila dilihat kembali sejarah pembentukan PBB, Amerika Serikat adalah salah satu pionir dalam pembentukan badan pengayom dunia ini. Namun dalam perjalanannya, legalitas yang diberikan PBB kepada Amerika Serikat untuk menginvasi berbagai daerah di belahan dunia dengan embel-embel ”bantuan” telah melampaui batas. Seharusnya, sebagai badan yang mengayomi negara-negara di dunia, PBB bersikap independen dan tidak memihak. Dengan cara ini, hukum internasional bisa ditegakkan dengan sebenar-benarnya dan tidak menimbulkan kekacauan yang lebih banyak di wilayah Palestina.

Sekian, semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) Dunia Internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s